
PELATIHAN ETIK DASAR DAN LANJUT (EDL), GOOD CLINICAL RESEARCH PROTOCOL (GCRP) DAN PENGENALAN DigiTEPP
Pada tanggal 9-11 Januari 2024, KEPPIN (Komite Etik Penelitian dan Pelayanan Indonesia) menggelar pelatihan intensif yang merangkum Pelatihan Etik Dasar Lanjut (EDL), Good Clinical Research Protocol (GCRP), dan Pengenalan DigiTEPP (Aplikasi Digitalisasi Telaah Etik Protokol Penelitian). Acara ini dihadiri oleh peserta berpengalaman dari Fakultas Kedokteran Universitas Wahid Hasyim Semarang, Rumah Sakit Immanuel Way Halim Lampung, dan RSPAD Gatot Soebroto Jakarta.
Hari pertama pelatihan, fokus utama diberikan pada Pelatihan Etik Dasar Lanjut (EDL), di mana para peserta dibimbing oleh Ketua KEPPIN, Dr. Triono Soendoro, M.Sc., M.Phill., Ph.D. Dengan penuh keahlian, beliau memberikan pemahaman mendalam tentang prinsip-prinsip etika dalam penelitian kesehatan, mencakup aspek-aspek penting seperti hak dan kewajiban subjek penelitian, serta standar etika yang harus diterapkan dalam setiap protokol penelitian.
Pada hari kedua, sorotan beralih kepada Good Clinical Research Protocol (GCRP), dipandu oleh Dr. Triono Soendoro. Melalui pemaparan yang terperinci, peserta diberikan wawasan tentang keberhasilan penelitian klinis yang etis dan berkualitas tinggi. Pembahasan mencakup rancangan protokol, perlindungan subjek penelitian, dan kualitas data, memberikan peserta bekal yang kokoh dalam merancang dan melaksanakan penelitian klinis yang beretika.
Hari ketiga menjadi babak baru dengan Pengenalan DigiTEPP, sebuah aplikasi terkini dalam Digitalisasi Telaah Etik Protokol Penelitian. Pak Rudi, seorang pengembang dari Dinustech dan berasal dari Universitas Dian Nuswantoro, menjadi narasumber yang menggairahkan. Dengan didukung oleh teknologi, DigiTEPP diharapkan dapat mempermudah dan mempercepat proses telaah etik, dan memberikan solusi inovatif bagi penelitian kesehatan.
Pelatihan ini bukan hanya tentang mentransmisikan pengetahuan, tetapi juga tentang membuka ruang untuk pertukaran gagasan dan pengalaman di antara para peserta. Dengan panduan ahli dan kontribusi peserta yang beragam, pelatihan ini menjadi landasan yang kokoh bagi pengembangan kemampuan dan peningkatan etika dalam penelitian kesehatan di masa depan.
Sumber: Internal KEPPIN